sejarah qurban

Sejarah Qurban
Penulis : Darunur Admin
 
Sejarah korban itu dibagi menjadi tiga, yaitu : zaman Nabi Adam As, zaman Nabi Ibrahim As, dan pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Yang pertama; Pada zaman Nabi Adam As. Korban dilaksanakan oleh putra-putranya yang bernama Qabil dan Habil. Anak-anak Nabi Adam As., yang lahir selalu kembar, dan atas perintah Allah Ta’ala untuk memperkembang biakkan manusia dimuka bumi, maka Nabi Adam As. diperintahkan untuk mengawinkan anak-anaknya yang kembar secara bersilang, yaitu pasangan A dikawinkan dengan pasangan B atau yang lain.

Tersebutlah dua pasang anak kembar Nabi Adam As. yang belum dikawinkan, yaitu pasangan Qabil-Iqlima dan pasangan Habil-Lubuda. Sesuai perintah, maka Nabi Adam As. akan mengawinkan kedua pasang anak kembarnya tersebut secara bersilang, yaitu Qabil dengan Lubuda dan Habil dengan Iqlima. Tapi Qabil menolak untuk menikahi Lubuda yang berwajah tidak secantik adik kembarnya sendiri, yaitu Iqlima.



Timbul pertentangan karena Qabil yang keras hati tidak mau menuruti perintah, dan ia hanya mau dinikahkan dengan adik kembarnya sendiri, Iqlima yang cantik. Untuk mendapatkan jalan keluar, juga menuruti wahyu yang diturunkan Allah melalui Malaikat Jibril, maka Nabi Adam As. memerintahkan kedua anak laki-lakinya untuk mengadakan korban sebagai persembahan kepada Allah Ta’ala, dengan catatan bahwa siapa yang korbannya diterima, maka dialah yang akan menikah dengan Iqlima.

Maka keduanya lalu mengadakan upacara persembahan korban dari hasil jerih payah mereka sendiri mencukupi kebutuhan hidup mereka. Qabil mempersembahkan korbannya dengan perasaan terpaksa, sedangkan Habil mempersembahkan korbannya dengan penuh keikhlasan karena Allah SWT., dan ternyata korban yang dipersembahkan Habil-lah yang diterima Allah.

Hal itu menjelaskan kepada kita, bahwa korban yang dilakukan dengan rasa ikhlas akan diterima Allah Tabbaaraka wa Ta’ala, bukan dalam artian secara harfiah bahwa Allah menerima daging korban, tapi arti secara ibadah, bahwa karena korban itu dilakukan semata-mata sebagai pelaksanaan perintah Allah, maka bernilai ibadah dan karenanya yang melaksanakannya mendapat pahala.
Kisah Qabil dan Habil dijelaskan Allah dalam Al-Qur’anul Azhim: "Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil); Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil; Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Mai'dah : 27).
Yang kedua; Pada zaman Nabi Ibrahim As. Dalam Al-Qur'an surat Ash-Shafaat ayat 100-111 yang menceritakan mengenai korban dan pengorbanan. Ketika Nabi Ibrahim dan istrinya Siti Sarah telah berusia lanjut dan belum juga dikaruniai keturunan oleh Allah, maka beliau As. berdoa; “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. as-Shaffat : 100).
Allah Yang Mahakuasa Mahapemurah memperkenankan do’a hambanya Ibrahim yang hanif dengan menganugerahkan seorang putera yang kemudian diberi nama Ismail.

Ketika usia Ismail telah aqil baliq, turunlah petunjuk dan sekaligus sebagai cobaan Allah bagi Nabi Ibrahim dalam mimpinya yang berulang hingga tiga kali, bahwa Nabi Ibrahim disuruh mengorbankan anaknya semata wayang yang baru diperolehnya dalam usia lanjut.

Dapat dibayangkan bagaimana susah hati seorang bapak yang begitu mendambakan kehadiran seorang anak tumpuan kasih sayang, dan setelah didapatnya pada usia senja, tiba-tiba datang petunjuk Rabbnya untuk mengorbankannya. Tapi Nabi Ibrahim As. bukanlah manusia biasa, ia tahu bahwa mimpinya itu adalah petunjuk Allah baginya untuk melakukan hal besar. Lalu diajaknya anaknya, Ismail, membahasnya.
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata; "Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!, Ia menjawab; "Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
(QS. as-Shaffat : 102).
Begitu hebat begitu mengharukan, tanpa keraguan sedikitpun dan begitu penuh kepercayaan akan keutamaan ayahnya dihadapan Allah Azza wa Jalla. Maka persiapanpun dilakukan oleh kedua bapak dan anak itu. Iblis laknahullah tahu belaka apa artinya kelakuan kedua insan hanif itu, maka iapun datang untuk menggagalkan niat Nabi Ibrahim As. dan Ismail. Tapi bujukannya bukannya mendapat sambutan manis, malah lemparan batulah yang diterimanya dari Nabi Ibrahim As., dan hal itu menjadi cikal bakal melempar jumroh dalam pelaksanaan ibadah haji hingga dimasa kita sekarang ini.

Tapi namanya juga ujian, maka sebelum Nabi Ibrahim benar-benar menyembelih anaknya, datanglah Malaikat Jibril menyeru sambil membawa seekor kambing yang gemuk, yang kemudian menjadi pengganti Ismail untuk dikorbankan sebagai ibadah kepada Allah. Dan hal ini pula yang menjadi contoh ibadah korban hingga kemasa kita saat ini.

“Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. as-Shaffat  : 105). “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (QS. as-Shaffat : 106). “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. as-Shaffat  : 107).
Yang ketiga; dalam Zaman Nabi Muhammad SAW. syariat korban disempurnakan dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah SAW. pada tahun Hudaibiyah dan Haji Wada’, dan hal tersebut berlangsung hingga saat ini. Al Qur’anul Azhim kembali menyebut perihal korban dalam surat Al-Kautsar ayat 1-2; “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.” (QS. al-Kautsar : 1). “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. al-Kautsar : 2).
Waktu berkorban dimulai sejak tanggal 10 sampai dengan 13 Dzulhijjah. Masa memotong korban pada tanggal 10 disebut "Yaumul nahar" yaitu hari untuk menyembelih korban. Sedangkan tanggal 11, 12, 13 dinamakan "yaumul tasyriq" Di luar waktu tersebut bila kita memotong hewan dinamakan sedekah. Maka kalau niatnya berkorban harus dilakukan padan waktu-waktu tersebut, yakni pada tanggal 10,11,12, dan 13 Dzulhijjah."

Binatang yang boleh untuk korban

Adapun binatang yang boleh untuk berkorban adalah unta, sapi, kerbau, dan kambing. Kalau tidak mampu, memang tidak wajib. Diriwayatkan ada seorang sahabat yang miskin yang tidak sanggup membeli seekor kambing, oleh karena itu ia dibolehkan hanya membeli dagingnya saja untuk berkorban, tapi yang telah nyata untuk hewan korban wujudnya memang seekor binatang sebagaimana tersebut diatas.

Pembagian daging korban

Daging korban boleh dibagikan kepada tiga asnap menurut syariat. Boleh dimakan sekeluarga sendiri paling banyak 1/3 bagian, 1/3 bagian lagi untuk fakir miskin dan 1/3 bagian lagi untuk handai tolan dan kenalan. Boleh juga secara keseluruhan diserahkan kepada panitia dan terserah panitia yang membagikannya. Bila hanya minta pahanya saja bagi yang berkorban masih diperbolehkan.

Apa hikmah ibadah korban?

Hikmah lain dari pelaksanaan korban selain mengharap pahala ibadah kepada Allah SWT., juga untuk menggembirakan kaum fakir-miskin. Sebab tidak semua orang mampu makan dengan daging walau adanya di kota besar, masih banyak kawan kita, saudara kita, tetangga kita yang makan daging sebulan sekali atau malah lebih. Sehari-harinya hanya makan ala kadarnya. Maka dianjurkan sekali bagi orang yang mampu untuk berkorban dengan niat ikhlas dengan mengharap pahala dari Allah. Mudah-mudahan kelak dikemudian hari pada hari pembalasan, Allah akan mengasihinya, sebagaimana orang yang berkorban mengasihi kaum fakir miskin, dengan melimpahinya pahala yang besar berupa surga.

mematikan computer orang dengan perintah cmd

iseng adalah sebuah pekerjaan yang mudah menurut saya walaupun terkadang membuat orang kesal dengan perbuatan kita yah apa boleh buat kalau sudah iseng kita suka terlanjur masuk dan bersenang-senang di sini saya masukan artikel bagaimana menjahili orang dengan mematikan komputernya dengan tiba-tiba menggunakan comand prompt GBU
Mengerjai sang Penyusup (Shutdown)
Menjadi penyusup memang menyenangkan. Tapi segalanya akan jadi menjengkelkan tatkala kita dalam posisi korban/sang admin. Ini hanya salah satu alternatif untuk menjahili sang penyusup. Kita akan mematikan komputernya jarak jauh Tak perlu repot-repot menggunakan program remote kesayangan anda, gunakan saja bawaan windows. Mengenai bagaimana cara mendeteksi sang penyusup, baca artikel terdahulu.
  1. Buka Windows Command Processor anda. Klik Start -> Run lalu ketik: cmd
  2. Pada command prompt, ketik: shutdown -i lalu tekan Enter.
  3. Perintah tersebut akan memanggil kotak dialog Remote Shutdown. Perhatikan screenshoot berikut:
  4. Klik tombol Add untuk memasukkan IP Address atau nama komputer target. Anda bisa memilih aksi, Shutdown, Log Off atau Restart. Pada kolom Display warning for anda bisa menentukan berapa lama countdown yang kan ditampilkan sebelum komputer di shutdown/log off/restart. Pada Opsi planned, ada pesan otomatis yang bisa anda pilih. Pada kolom Comment, anda bisa menuliskan pesan anda untuk sang penyusup. Entah ledekan atau.. terserah anda laah.. Saya rasa anda lebih jago soal ledek-meledek hehehe…
  5. Klik OK sesudahnya. Kira-kira di komputer target akan muncul seperti ini:
Hohoho… menyenangkan bukan?? Eh?? Kenapa?? Oh, anda adalah sang penyusup?? tidak ingin komputer yang anda pakai dimatikan dengan cara seperti diatas?? Tenang, saya ada sedikit tips..
  1. Saat anda melihat kotak dialog peringatan bahwa komputer anda akn segera di shutdown, secepat mungkin bukalah Notepad atau aplikasi Microsoft Word. Ketik kata-kata sakti berikut: AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI!!
    Hehehe.. kelamaan yach?? emang harus kata-kata itu?? Ya nggak laah.. ketik apa aja dech, terserah anda, yang penting jangan biarkan kosong. Jangan menekan tombol Save!!
  2. Saat “waktu eksekusi” menunjukkan angka 00:00:00, windows akan berusaha menutup aplikasi-aplikasi yang masih terbuka. Nah, aplikasi Notepad/Microsoft word yang anda buka tadi akan meminta konfirmasi dari anda apakah anda ingin menyimpan dokumen anda. Jangan pilih apa-apa, biarkan saja kotak dialog tu bertanya-tanya ;p
  3. Beberapa saat kemudian akan muncul kotak dialog End Program, klik tanda silang yang berada pada pojok kanan atas atau pilih cancel. Kotak dialog yang muncul berbeda-beda, kurang lebih demikian:
Nah, anda akan mendapati komputer anda tetap hidup, sehat walafiat dan berdiri tegak. hehehe…
Cuma itu caranya?? Ada nich yang lebih “formal” ^_^
1. Klik START -> Run
2. Secepat kilat, ketik shutdown -a
Perintah itu adalah perintah untuk melakukan Abort terhadap shutdown.
Lalu apa yang akan dilakukan sang Admin?? Tentu kondisi ini tidak bisa didiamkan. Jangan biarkan sang Penyusup senyum-senyum sendiri. Andalah sebagai admin yang harus tersenyum Beri serangan kedua!! Jangan dulu pakai software remot favorit anda, nggak perlu ngeluarin senjata pamungkas untuk penyusup seperti ini. Ulangi langkah awal tadi, shutdown -i, namun jangan beri centang pada opsi Warn Users Of the action dan kosongi juga opsi Planned. Jangan beri pesan apa-apa dan komputer sang penyusup akan langsung shutdown tanpa konfirmasi
Sekian… and Happy SHUTTING DOWN!!! ^_^
baca selengkapnya di : http://www.poetra-anoegrah.co.cc/2010/05/cara-memasang-auto-readmore-di-blogspot.html#ixzz13uuPd7DE

jihad


Al-Bara’ r.a. berkata:  Aku telah melihat Nabi saw. ketika perang Khandaq memindahkan tanah sehingga debu tanah itu telah menutupi putih rambutnya sambil bersabda:  “Lau laa anta mah tadainaa wa laa tashad daqnaa walaa shallainaa fa anzilan sakinatan alainaa wa tsabbitil aqdaama in laa qainaa innal ula qad baghau alainaa idza araa du fitnatan abainaa.“  ;
Andaikan tidak karena petunjuk hidayat-Mu kami takkan dapat petunjuk, tidak akan shadaqah dan shalat.  Karena itu turunkan ketenangan kepada kami, dan teguhkan tapak kami jika berhadapan dengan musuh. Sesungguhnya orang-orang yang berlaku zalim/aniaya jika mereka akan menggelincirkan kami, kami tolak.  (Bukhari, Muslim).
Ikhwan fillah, hari ini, sekali lagi untuk kesekian ribu kalinya, kita saksikan kebiadaban Israel laknatullah.  Suasana pengepungan Gaza, barangkali boleh diasosiasikan dengan pengepungan madinah saat perang Ahzab atau lebih dikenal dengan perang Khandaq. Untuk itu, dibawah ini, saya kutip tulisan Ustadz Ihsan Tanjung di eramuslim.com (http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-saat-muslimin-terkepung-musuh.htm) :
Saudaraku, walaupun tidak sama persis sesungguhnya apa yang dialami oleh rakyat Gaza dewasa ini mirip dengan kondisi para sahabat saat perang Ahzab. Bangsa Palestina Gaza di bawah kepemimpinan Hamas menghadapi pengepungan pasukan Yahudi Zionis Israel. Selama berbulan-bulan Muslimin Gaza telah dipenjara dengan diberlakukannya blokade atas segenap perbatasan wilayah mereka. Belum lagi ketika agresi Israel atas rakyat Gaza berlangsung tampaknya terjadi kerjasama Israel dengan Amerika dan pemerintahan negera-negara Barat lainnya. Bahkan tidak sedikit pengamat yang memandang bahwa beberapa negara-negara Arab yang tunduk kepada Amerika cenderung berfihak kepada Israel, walaupun dilakukan malu-malu. Yang pasti, dalam berbagai demo yang berlangsung di seantero penjuru dunia tidak sedikit muncul spanduk yang jelas-jelas memposisikan Presiden Mesir Hosni Mubarak sebagai kolaborator Israel karena tidak sudi membuka perbatasan Mesir-Gaza, yakni the Rafah Crossing.
Dalam keadaan seperti ini kita teringat sabda Nabi kepada para sahabat ketika menghadapi kepungan Musyrikin dalam perang Ahzab. Beliau bersabda sebagai berikut:
« والذي نفسي بيده ، ليفرجن عنكم ما ترون من الشدة ، وإني لأرجو أن أطوف بالبيت العتيق آمنا ، وأن يدفع الله عز وجل إلي مفاتيح الكعبة ، وليهلكن الله كسرى وقيصر ، ولتنفقن كنوزهما في سبيل الله عز وجل »
“Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, Allah pasti akan mengeluarkan kalian dari kesulitan yang sedang kalian hadapi. Aku berharap dapat melakukan tawaf dengan aman di sekitar Baitullah (Ka’bah) dan Allah akan menyerahkan kunci-kuncinya kepadaku. Allah pasti akan membinasakan Kisra dan Kaisar, dan harta karun mereka akan kita belanjakan di jalan Allah.” (HR Baihaqy 1292)
Saudaraku, sungguh hati kita menjadi pilu karena hanya bisa menonton lewat layar kaca penderitaan yang dilalui saudara-saudara kita di Gaza. Malam demi malam mereka lalui dengan mencekam karena bertalu-talunya suara dentuman mortir dan rudal Israel. Sebagai pengamat dari kejauhan sungguh tidak banyak yang bisa kita lakukan. Tetapi satu hal yang pasti sebagai sesama orang beriman kita senantiasa optimis bahwa Allah akan menolong saudara-saudara kita orang-orang beriman dan para Mujahidin Gaza. Maka marilah mulai malam ini kita sampaikan doa untuk mereka. Marilah kita bacakan doa yang Nabi baca ketika kepungan pasukan Ahzab sudah sedemikian rupa menimbulkan ketegangan di dalam barisan kaum Muslimin. Inilah doa beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhary:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي بَعْضِ أَيَّامِهِ الَّتِي لَقِيَ فِيهَا الْعَدُوَّ يَنْتَظِرُ حَتَّى إِذَا مَالَتْ الشَّمْسُ قَامَ فِيهِمْ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَاسْأَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ ثُمَّ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ السَّحَابِ وَهَازِمَ الْأَحْزَابِ اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ
“Sesungguhnya Rasulullah pada sebagian harinya ketika berhadapan dengan musuh menunggu terbenamnya matahari. Kemudian beliau tampil di hadapan para sahabat dan bersabda: ”Wahai manusia, janganlah kalian berangan-angan ingin segera berjumpa dengan musush. Mohonlah kepada Allah keselamatan. Dan bila kalian berhadapan dengan musuh, maka bersabarlah. Dan ketahulaih bahwa surga berada di bawah bayang-bayang pedang.” Kemudian Nabi berdiri dan berdoa: ”Allahumma munzilal-kitab wa mujriyas-sahab wa hazimal-ahzab, ahzimhum wanshurnaa ’alaihim” (Ya Allah, yang menurunkan Kitab, menggerakkan awan dan menghancurkan pasukan bersekutu, hancurkanlah mereka dan tolonglah kami mengalahkan mereka.” (HR Muslim 3276)
دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ عَلَى الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اللَّهُمَّ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Nabi berdoa pada saat perang Ahzab menghadapi (kepungan) Musyrikin: “Allahumma munzilal-Kitab, sari’al hisab. Allahummahzim Al-Ahzab, Allahummahzimhum wa zalzilhum.” (Ya Allah, yang menurunkan Kitab, cepat perhitungannya. Ya Allah hancurkanlah pasukan bersekutu. Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak=porandakanlah mereka).” (HR Bukhary 2716)

apakah imam mahdi itu hakiki atau tidak


Apakah hadits yang mengabarkan tentang kedatangan Mahdi itu shahih atau tidak? Karena salah seorang teman saya mengabarkan bahwa hal ini tidak shahih, tetapi dhaif.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.
Beberapa hadits shahih yang menunjukkan tentang munculnya Mahdi 'alaihissalam. Beliau akan datang pada akhir zaman dan termasuk salah satu di antara tanda-tanda kimat. Di antara hadits-hadits tersebut adalah:

1) Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
"Akan keluar di masa akhir kehidupan ummatku Mahdi. Allah memberi air kepadanya berupa hujan, bumi pun mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, memberi harta yang banyak, ternak yang banyak, ummat pun teragungkan, di hidup selama tujuh tahun atau delapan tahun." [(Mustadrak Al-Hakim 4/557-558).
Dia (Al-Hakim) berkata: Ini hadits shahih sanadnya, sekalipun Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Berkata Al-Albani: Ini sanad yang shahih, rijalnya tsiqat. (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 2/336)]

2) Dan dari Ali Radhiyallahu 'Anhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
"Mahdi dari golongan kita, ahlul bait. Allah mengislahkannya satu malam." [Musnad Ahmad 2/58, footnote no. 645 tahqiq Ahmad Syakir dan dia berkata: sanadnya shahih; dan Sunan Ibnu Majah 2/1367. Hadits ini dishahihkan juga oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami'ush Shaghir 6753.]

3) Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
"Mahdi adalah dari golonganku, lebar keningnya, lurus rambutnya dari depan keningnya, mancung hidungnya (artinya hidungnya panjang, tapis di tengahnya cembung). Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah terpenuhinya bumi dengan kejahatan dan kezhaliman. Dia akan berkuasa selama tujuh tahun." [Sunan Abu Dawud, kitab Al-Mahdi 11/375 footnote 4265, Mustadrak Al-Hakim 4/557,
dan dia berkata: Ini adalah hadits shahih berdasarkan syarat muslim, tapi Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkan hadits ini. Hadits ini terdapat pula di Shahih Al-Jami' 6736]

4) Dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'Anha, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam berkata:
"Mahdi dari keluargaku (artinya dari nasabku dan ahlu baitku) dari turunan Fatimah." [Sunan Abu Daud 11/373 dan Sunan Ibnu Majah 2/1368. Berkata Al-Albani dalam Shahih Al-Jami': "Shahih" 6734]

5) Dari Jabir Radhiyallahu 'Anhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam berkata:
"Isa bin Maryam akan turun, lalu berkata amir mereka, yaitu Mahdi: 'Mari shalatlah bersama-sama kami'. Lalu dia (Isa) menjawab: 'Tidak, karena sebagian kalian menjadi amir bagi sebagian yang lain sebagai kemuliaan dari Allah untuk ummat ini'." Hadits ini terdapat dalam Shahih Muslim dengan lafazh: "Maka turunlah Isa bin Maryam 'Alaihi Salam, lalu berkatalah amir mereka (muslimin): 'Marilah shalat menjadi imam kami,' Dia menjawab: 'Tidak, karena sebagian kalian menjadi imam bagi sebagian yang lain sebagai kemuliaan dari Allah untuk ummat ini." (HR. Muslim 225)

6) Dan dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, dia berkata: Telah berkata Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam:
"Di antara kita ada orang yang Isa bin Maryam shalat di belakangnya" [HR. Abu Nu'aim dalam berita tentang Mahdi, dan berkata Al-Albani: "Shahih", lihat Al-Jami'us Shaghir 8/219 footnote 5796]

7) Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, beliau berkata:
"Tidak akan musnah atau tidak akan berakhir dunia ini sehingga ada seorang dari ahli baitku menguasai bangsa Arab. Namanya sesuai dengan namaku." [Musnad Ahmad 5/199 footnote 3573].
Dalam riwayat lain,
"Namanya sesuai dengan namaku dan nama bapaknya sesuai dengan nama bapakku." [Sunan Abu Daud 11/370]
Hadits-hadits tentang kemunculan Mahdi mencapai derajat mutawatir maknawi sebagaimana diterangkan oleh beberapa imam dan ulama. Berikut ini akan dinukil beberapa pendapat mereka:

1) Berkata Al-Hafizh Abul Hasan Al-Abiriy: "Kabar dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam yang menerangkan tentang Mahdi banyak dan mutawatir. Dia adalah dari ahli baitku dan dia akan berkuasa selama 7 tahun, dia akan memenuhi bumi dengan keadilan, dan Isa alaihissalam akan keluar dan membantunya dalam membunuh Dajjal, dan dia akan mengimami ummat ini dan Isa akan shalat di belakangnya."

2) Muhammad Al-Barzanji berkata di dalam kitabnya Al-Isya'ah li Asyratis Sa'ah: "Bab ketiga tentang tanda besar dari tanda telah dekatnya kiamat sangat banyak. Di antaranya adalah Mahdi dan dia merupakan tanda yang pertama. Dan ketahuilah bahwa hadits-hadits yang ada tentang dia dengan berbagai jalan periwayatannya hampir tak terhitung." Dia pun berkata: "Saya telah mengetahui bahwa hadits tentang adanya Mahdi dan akan keluarnya dia pada akhir zaman, dan termasuk dari keluarga Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam dari turunan Fatimah mencapai derajat mutawatir maknawi, maka tidak alasan untuk mengingkarinya."

3) Berkata Al-'Allamah Muhammad As-Safarini: "Riwayat-riwayat tentang akan keluarnya Mahdi sangat banyak sampai mencapai mutawatir maknawi dan tersebar di kalangan ulama sunnah sampai dianggap menjadi bagian dari aqidah mereka." Kemudian para ulama menyebutkan hadits-hadits dan atsar-atsar tentang akan keluarnya Mahdi dan beberapa nama sahabat yang meriwayatkannya, lalu mereka berkata: "Beberapa sahabat, baik yang disebutkan namanya maupun yang tidak disebutkan telah meriwayatkan hal ini dengan riwayat yang bermacam-macam, dan dari tabi'in setelah mereka yang kesemuanya menunjukkkan ilmu yang pasti. Maka beriman kepada akan keluarnya Mahdi adalah wajib sebagaimana hal tersebut telah ditetapkan di kalangan ahli ilmu dan dimasukkan ke dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah."

4) Berkata Al-'Allamah Al-Mujtahid Asy-Syaukani: "Hadits-hadits tentang kemutawatiran riwayat tentang Mahdi yang ditunggu-tunggu wajib kita yakini mencapai 50 hadits. Ada yang shahih, hasan, dan dhaif dan itu adalah berita yang mutawatir tanpa diragukan, tanpa syubhat. Bahkan, juga dianggap mutawatir dalam semua istilah yang ada dalam ilmu ushul. Adapun atsar dari shahabat yang menjelaskan Mahdi sangat banyak sekali yang dihukumi marfu' (sampai kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, pent.). Oleh karena itu tidak ada celah untuk ijtihad dalam masalah seperti ini."

5) Berkata Al-'Allamah Shidiq Hasan Khan: "Hadits-hadits yang ada tentang Mahdi dengan berbagai macam riwayatnya banyak sekali hingga mencapai derajat mutawatir maknawi. Hadits-hadits tersebut ada di dalam sunan dan kitab-kitab hadits yang lainnya, baik mu'jam ataupun musnad."

6) Berkata Syaikh Muhammad bin Ja'far Al-Kitani: "Kesimpulannya, hadits-hadits yang ada tentang Mahdi yang ditunggu-tunggu adalah mutawatir. Demikian juga yang ada tentang Dajjal dan turunnya Isa bin Maryam alaihissalam." [lihat kitab Asyratus Sa'ah karya Yusuf bin Abdullah Al-Wabil hal. 195-203 (dalam edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Pustaka Mantiq Solo, hal. 197-205), ed.]
Hal lain yang harus diketahui pula adalah bahwa banyak pendusta yang memalsukan hadits-hadits tentang Mahdi alaihissalam atau dalam hal menganggap para pendusta bahwa mereka adalah Mahdi, atau anggapan bahwa Mahdi bukanlah kelompok Ahlus Sunnah wal Jama'ah seperti beberapa orang dajjal yang mengaku Mahdi sebagai upaya penipuan terhadap manusia dan sekedar memperoleh keuntungan duni juga untuk memberikan gambaran yang jelek tentang Islam, bahkan sebagian dari mereka telah melakukan gerakan revolusioner dan mengumpulkan orang-orang yang mereka perdayai yang bisa mereka manfaatkan, kemudian setelah itu binasalah mereka, dan terbuktilah kebohongan mereka, terbukalah kedok mereka dan kemunafikan mereka. Semua itu tidak membahayakan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah tentang Mahdi, dan dia pasti akan keluar untuk menghukumi bumi dengan syariat Islam. Wallahu a'lam.
Islam Tanya & Jawab
Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid

kecewa

andai saja waktu dapat mengatakan ,pastilah semua takkan sia-sia,kenyataan berjalan dengan harapan dan asa yang tidak percuma. aku bahkan dirimu tak sanggup untuk menyatakan apalagi mengingkari secuilpun keindahan itu.tapi entah mengapa semua yang terajut kusut tak berujung,terikat tak bersimpul. andai kau tau hati ini….luka dan perih ,terkoyak, teririskan kata yang sepatutnya tidak kau ucapkan , kau patahkan hati ini,kau hancurkan semuanya tanpa alasan,….aku hanya tersandar merasakan seolah tak berpijak lagi, sembari menadahkan tangan kepada yang Maha Kuasa meminta ampunan sekiraNya aku dipertemukan dengan bidadari Tuhan tapi bukan dengannya……

Puisi Untuk Sahabat

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam